Jumat, 01 April 2016
K (A) M U
Teramat indah, penuh cerita.
Suara kereta yg kunaiki semakin terdengar bergemuruh. Dari stasiun kota kecilku, daerah demi daerah terlewati begitu cepat. Aliran hujan yg menutupi jendela kereta membuat pandanganku terusik. Semakin mengalihkan mataku untuk terus melihat dua jarum di jam tangan hitamku.
"Tak sampai-sampai" batinku.
*kring kring* begitu suara handphone di saku atasku. Nada chat yg telah aku setting jika ada pesan dari dia. "Sudah sampai mana?" Isi pesannya. "Stasiun kota lama" balasku.
Hanya kurang lebih lima menit menunggu untuk sampai. Menunggu untuk berjumpa dengan seorang lelaki, bak jadi candu dalam diriku.
"Perhatian.. perjalanan anda telah tiba di stasiun kota baru. Bagi anda yg hendak mengakhiri perjalanan, silakan menuruni kereta dan periksa barang bawaan anda"
Langkahku semakin bersemangat, berjalan menuruni kereta hingga ke gerbang keluar. Cuaca kota perantauan begitu mendukung. Tidak hujan dan tidak juga panas, menyejukkan.
Kulihat pria seorang diri di atas motor bebeknya. mengenakan celana jeans panjang, baju ungu, dan bersepatu. Melepas helmnya dan masih dengan rambut acak-acakan.
Aku tersenyum menghampirinya. Semakin kulihat kumisnya yg menyeruak. kusisir poninya dengan jemariku. Kucoba merapikan kumisnya yg kasar. Entah, sepertinya dia benar-benar malas untuk merapikannya sendiri. Namun, dia yg sebegitu apa adanya, selalu membuatku gila.
Kita jarang dinner di tempat romantis ala remaja hits. Bisa dihitung jari berapa kali kita nonton film di bioskop berdua. Kita nggak pernah hangout di taman atau ditempat yang banyak wahana seperti kebanyakan pasangan.
Cukup dengan meluangkan waktu untuk tetap bertemu ditengah schedule yg berbeda.
Menyempatkan diri mengantar jemputku. Mengajakku makan malam di warung pinggir jalan hampir setiap hari.
Bercengkerama dirumah sampai larut. Membuatkan masakan untuknya, membahagiakan sekali.
Caranya selalu membuatku nyaman, menjadi aku yg begini saja. Tidak pernah meminta lebih dari apapun yg bisa kuberikan. Tidak pernah memintaku untuk bersolek. Sepertinya indah dimatanya saja sudah cukup, tidak harus indah di mata orang lain.
Dia yg mengingatkanku sekedarnya saja, tidak pernah menuntut macam-macam.
Sebegitu tenangnya alur hubungan ini. Tak ingin aku merubahnya. Cukup seperti ini, perlakuannya sudah membuatku luar biasa.
Tidak ada yg bisa aku sesalkan dari kualitas waktuku dengannya. Sifatnya begitu sederhana, sesederhana caranya mencintaiku.
Happy birthday my future dream ❤
With a simple thing,
Your woman
Langganan:
Postingan (Atom)